<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
			<rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
			  <channel>
				<title>comment(s) on: Dian Sastro Membaca Kartini</title>
				<link>http://fm.kakilangit.com/rss/comment/page/dian_sastro_membaca_kartini/</link>
				<description>fm.Kakilangit.Com comments feed on Dian Sastro Membaca Kartini</description>
				<pubDate>Min, 24 Apr 2005 14:12:59 +0700</pubDate>
				<generator>kakilangit v.3</generator><item>
					<title>by: vektor</title>
					<link>http://fm.kakilangit.com/2005/04/23/dian_sastro_membaca_kartini.html#comment-451</link>
					<pubDate>Jum, 07 Jul 2006 15:23:26 +0700</pubDate>
					<guid isPermaLink="false">9:dian_sastro_membaca_kartini.html @ http://fm.kakilangit.com/</guid>
					<description>ntar klo ada yg tau dian mo ke jogja tlg da yg ksh tau donkz
emaail ja k vektor_babahe@yahoo.com 
saya kecewa berat hiks...hiks...

					</description>
					<content:encoded><![CDATA[<p>ntar klo ada yg tau dian mo ke jogja tlg da yg ksh tau donkz
emaail ja k vektor_babahe@yahoo.com 
saya kecewa berat hiks...hiks...
</p>]]></content:encoded>
					</item><item>
					<title>by: planetmusicgoupies</title>
					<link>http://fm.kakilangit.com/2005/04/23/dian_sastro_membaca_kartini.html#comment-183</link>
					<pubDate>Rab, 08 Jun 2005 12:23:54 +0700</pubDate>
					<guid isPermaLink="false">8:dian_sastro_membaca_kartini.html @ http://fm.kakilangit.com/</guid>
					<description>Kematian seorang penyair adalah awal kehidupannya !!!

www.planetmusic.4t.com

Disebuah gubuk reyot , dan nyaris roboh diterpa angin- terbaring seorang lelaki sekarat,

menatap cahaya suram dari sebuah lampu yang bertempur melawan kegelapan....

Ia adalah seorang penyair yang terbaring sekarat ; kelaparan ; dikota yang hidup dan kaya.

Dia menghela nafas-nafas penghabisannya, sementara tiada seorangpun yang menemaninya kecuali lampu minyak , satu-satunya pendamping yang ia miliki dan lembar-lembar kertas yang diatasnya terdapat lukisan hati yang ramah.

Dengan sisa-sisa tenaga yang kian menyusut, dia mengangkat tangan kearah langit dan menggerakkan pelupuk matanya yang lemah seolah penglihatannya yang kabur akan menembus atap gubuk kumuh itu. Seakan ia mampu melihat bintang dibalik awan....

Dia berkata : &quot;Datanglah kini wahai maut yang cantik, karena ruhku rindu padamu, karena aku begitu lelah ...bebaskanlah diriku dari masyarakatku yang terasing ....

&quot;Cepatlah menyabut ruhku wahai kesunyian yang agung.... karena mereka menolak aku, dan membuang diriku karena aku tak mau menindas yang lemah sebagaimana yang mereka lakukan, karena aku berbicara dengan lidah malaikat dalam bahasa manusia.&quot;

&quot;Datanglah dengan jemari kelembutanmu, dari bibir yang tak pernah merasakan ciuman seorang ibu, pun tidak pernah menyentuh pipi perempuan, pun tidak pernah merasakan bibir kekasih tersayang. Cepatlah dan peluklah daku, wahai maut kekasihku.&quot;

Kemudian disamping ranjang pemuda sekarat itu berdiri bayangan seorang bidadari dengan kecantikan surgawi. Dia memeluk pemuda itu dan memejamkan matanya sehingga pemuda itu tak bisa melihat apapun selain dengan mata hatinya.

Bidadari itu mencium bibirnya dengan ciuman cinta kasih, sebuah kecupan kebahagiaan surgawi yang takkan terlupakan bagi pemuda sekarat itu.

Dan pada saat itu gubuk menjadi kosong kecuali lantai tanah , dan sobekan kertas yang berisi ratapan derita sang penyair.

Beratus-ratus tahun kemudian , ketika penduduk kota itu tersadar akan kebodohannya , kala mereka terjaga dan matanya menyaksikan fajar pengetahuan , mereka mendirikan sebuah monumen sebagai tanda bagi sang penyair , ditaman paling indah yang ada dipusat kota . Setiap tahun mereka menyelenggarakan pesta rakyat untuk mengenang sang penyair, yang tulisan-tulisannya telah membebaskan mereka.

Oh, betapa mengerikannya kebodohan!.

					</description>
					<content:encoded><![CDATA[<p>Kematian seorang penyair adalah awal kehidupannya !!!

www.planetmusic.4t.com

Disebuah gubuk reyot , dan nyaris roboh diterpa angin- terbaring seorang lelaki sekarat,

menatap cahaya suram dari sebuah lampu yang bertempur melawan kegelapan....

Ia adalah seorang penyair yang terbaring sekarat ; kelaparan ; dikota yang hidup dan kaya.

Dia menghela nafas-nafas penghabisannya, sementara tiada seorangpun yang menemaninya kecuali lampu minyak , satu-satunya pendamping yang ia miliki dan lembar-lembar kertas yang diatasnya terdapat lukisan hati yang ramah.

Dengan sisa-sisa tenaga yang kian menyusut, dia mengangkat tangan kearah langit dan menggerakkan pelupuk matanya yang lemah seolah penglihatannya yang kabur akan menembus atap gubuk kumuh itu. Seakan ia mampu melihat bintang dibalik awan....

Dia berkata : "Datanglah kini wahai maut yang cantik, karena ruhku rindu padamu, karena aku begitu lelah ...bebaskanlah diriku dari masyarakatku yang terasing ....

"Cepatlah menyabut ruhku wahai kesunyian yang agung.... karena mereka menolak aku, dan membuang diriku karena aku tak mau menindas yang lemah sebagaimana yang mereka lakukan, karena aku berbicara dengan lidah malaikat dalam bahasa manusia."

"Datanglah dengan jemari kelembutanmu, dari bibir yang tak pernah merasakan ciuman seorang ibu, pun tidak pernah menyentuh pipi perempuan, pun tidak pernah merasakan bibir kekasih tersayang. Cepatlah dan peluklah daku, wahai maut kekasihku."

Kemudian disamping ranjang pemuda sekarat itu berdiri bayangan seorang bidadari dengan kecantikan surgawi. Dia memeluk pemuda itu dan memejamkan matanya sehingga pemuda itu tak bisa melihat apapun selain dengan mata hatinya.

Bidadari itu mencium bibirnya dengan ciuman cinta kasih, sebuah kecupan kebahagiaan surgawi yang takkan terlupakan bagi pemuda sekarat itu.

Dan pada saat itu gubuk menjadi kosong kecuali lantai tanah , dan sobekan kertas yang berisi ratapan derita sang penyair.

Beratus-ratus tahun kemudian , ketika penduduk kota itu tersadar akan kebodohannya , kala mereka terjaga dan matanya menyaksikan fajar pengetahuan , mereka mendirikan sebuah monumen sebagai tanda bagi sang penyair , ditaman paling indah yang ada dipusat kota . Setiap tahun mereka menyelenggarakan pesta rakyat untuk mengenang sang penyair, yang tulisan-tulisannya telah membebaskan mereka.

Oh, betapa mengerikannya kebodohan!.
</p>]]></content:encoded>
					</item><item>
					<title>by: mbee</title>
					<link>http://fm.kakilangit.com/2005/04/23/dian_sastro_membaca_kartini.html#comment-168</link>
					<pubDate>Rab, 25 Mei 2005 15:24:39 +0700</pubDate>
					<guid isPermaLink="false">7:dian_sastro_membaca_kartini.html @ http://fm.kakilangit.com/</guid>
					<description>to jenx : Garasi? maksute Teater Garasi?? weks daku alumnus-nya loh hihihi....

					</description>
					<content:encoded><![CDATA[<p>to jenx : Garasi? maksute Teater Garasi?? weks daku alumnus-nya loh hihihi....
</p>]]></content:encoded>
					</item><item>
					<title>by: rika</title>
					<link>http://fm.kakilangit.com/2005/04/23/dian_sastro_membaca_kartini.html#comment-150</link>
					<pubDate>Jum, 06 Mei 2005 20:06:58 +0700</pubDate>
					<guid isPermaLink="false">6:dian_sastro_membaca_kartini.html @ http://fm.kakilangit.com/</guid>
					<description>www.diansasto.blogspot.com Not just biography, it's.....just cliks ok
					</description>
					<content:encoded><![CDATA[<p>www.diansasto.blogspot.com Not just biography, it's.....just cliks ok</p>]]></content:encoded>
					</item><item>
					<title>by: Rapa</title>
					<link>http://fm.kakilangit.com/2005/04/23/dian_sastro_membaca_kartini.html#comment-133</link>
					<pubDate>Sen, 25 Apr 2005 12:14:01 +0700</pubDate>
					<guid isPermaLink="false">5:dian_sastro_membaca_kartini.html @ http://fm.kakilangit.com/</guid>
					<description>Lha, yah udah lewaaat, yaaah, kelewat deh nggak liat ;c (eh tapi bentrok juga sih).
					</description>
					<content:encoded><![CDATA[<p>Lha, yah udah lewaaat, yaaah, kelewat deh nggak liat ;c (eh tapi bentrok juga sih).</p>]]></content:encoded>
					</item><item>
					<title>by: suci</title>
					<link>http://fm.kakilangit.com/2005/04/23/dian_sastro_membaca_kartini.html#comment-132</link>
					<pubDate>Sen, 25 Apr 2005 07:36:07 +0700</pubDate>
					<guid isPermaLink="false">4:dian_sastro_membaca_kartini.html @ http://fm.kakilangit.com/</guid>
					<description>yah jauh bgt ga bisa liat deh gue
entar deh gue undang si dian ke jambi
mas firman dateng yaaah
					</description>
					<content:encoded><![CDATA[<p>yah jauh bgt ga bisa liat deh gue
entar deh gue undang si dian ke jambi
mas firman dateng yaaah</p>]]></content:encoded>
					</item><item>
					<title>by: nofree</title>
					<link>http://fm.kakilangit.com/2005/04/23/dian_sastro_membaca_kartini.html#comment-131</link>
					<pubDate>Min, 24 Apr 2005 23:31:47 +0700</pubDate>
					<guid isPermaLink="false">3:dian_sastro_membaca_kartini.html @ http://fm.kakilangit.com/</guid>
					<description>waduhhh.. cintakuh mo dateng ke jogja ga bilang-bilang..
					</description>
					<content:encoded><![CDATA[<p>waduhhh.. cintakuh mo dateng ke jogja ga bilang-bilang..</p>]]></content:encoded>
					</item><item>
					<title>by: jenx</title>
					<link>http://fm.kakilangit.com/2005/04/23/dian_sastro_membaca_kartini.html#comment-130</link>
					<pubDate>Min, 24 Apr 2005 19:00:19 +0700</pubDate>
					<guid isPermaLink="false">2:dian_sastro_membaca_kartini.html @ http://fm.kakilangit.com/</guid>
					<description>wax... hari gitu mending nonton garasi sama melB ajah fir klo aku c... xexexexe
					</description>
					<content:encoded><![CDATA[<p>wax... hari gitu mending nonton garasi sama melB ajah fir klo aku c... xexexexe</p>]]></content:encoded>
					</item><item>
					<title>by: kusaeni</title>
					<link>http://fm.kakilangit.com/2005/04/23/dian_sastro_membaca_kartini.html#comment-127</link>
					<pubDate>Min, 24 Apr 2005 14:12:59 +0700</pubDate>
					<guid isPermaLink="false">1:dian_sastro_membaca_kartini.html @ http://fm.kakilangit.com/</guid>
					<description>undangannya gratis tapi masuknya...............ygy wow jauh ngonoi.. piye iki gak bisa nonton aku :( dian sastro pake rambut di cat biroe
					</description>
					<content:encoded><![CDATA[<p>undangannya gratis tapi masuknya...............ygy wow jauh ngonoi.. piye iki gak bisa nonton aku :( dian sastro pake rambut di cat biroe</p>]]></content:encoded>
					</item></channel>
		</rss>