<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
			<rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
			  <channel>
				<title>comment(s) on: Dari Tumbaling Gegayuhan Sampai Tuk</title>
				<link>http://fm.kakilangit.com/rss/comment/page/dari_tumbaling_gegayuhan_sampai_tuk/</link>
				<description>fm.Kakilangit.Com comments feed on Dari Tumbaling Gegayuhan Sampai Tuk</description>
				<pubDate>Jum, 18 Jan 2008 08:25:34 +0700</pubDate>
				<generator>kakilangit v.3</generator><item>
					<title>by: Ilma</title>
					<link>http://fm.kakilangit.com/2008/01/13/dari_tumbaling_gegayuhan_sampai_tuk.html#comment-651</link>
					<pubDate>Jum, 07 Mar 2008 06:04:28 +0700</pubDate>
					<guid isPermaLink="false">6:dari_tumbaling_gegayuhan_sampai_tuk.html @ http://fm.kakilangit.com/</guid>
					<description>Pertunjukkan seperti ini..kapan ya terakhir kali aku melihat? Sudah lama banget kayaknya :D
					</description>
					<content:encoded><![CDATA[<p>Pertunjukkan seperti ini..kapan ya terakhir kali aku melihat? Sudah lama banget kayaknya :D</p>]]></content:encoded>
					</item><item>
					<title>by: niken</title>
					<link>http://fm.kakilangit.com/2008/01/13/dari_tumbaling_gegayuhan_sampai_tuk.html#comment-647</link>
					<pubDate>Rab, 27 Feb 2008 18:40:23 +0700</pubDate>
					<guid isPermaLink="false">5:dari_tumbaling_gegayuhan_sampai_tuk.html @ http://fm.kakilangit.com/</guid>
					<description>suminten edan itu sebenarnya karya siapa sih? 
					</description>
					<content:encoded><![CDATA[<p>suminten edan itu sebenarnya karya siapa sih? </p>]]></content:encoded>
					</item><item>
					<title>by: firman</title>
					<link>http://fm.kakilangit.com/2008/01/13/dari_tumbaling_gegayuhan_sampai_tuk.html#comment-641</link>
					<pubDate>Sel, 22 Jan 2008 09:49:52 +0700</pubDate>
					<guid isPermaLink="false">4:dari_tumbaling_gegayuhan_sampai_tuk.html @ http://fm.kakilangit.com/</guid>
					<description>Bukan soal absurdnya kok, diliat dari naskahnya memang lebih condong ke realis, teater rakyat atau mungkin sandiwara jadi saya tidak membandingkan dengan Waktu Batu atau Repertoar Hujan, tapi mungkin dengan Fireflies (nonton kan?). 

Harapan saya berlebihan saja, mbak desi. Secara sederhana: Garasi yang biasanya menurut saya itu; bisa membuat penonton tidak bosan apapun gaya teaternya.

Sekali lagi, saya penikmat, bukan ahli. Saya jadi bosan ketika mbah kawit mulai berpidato; ya olah vokalnya datar, terlalu dipaksakan. Bandingkan dengan sekitar 1 jam monolog sungai yang saya bisa duduk diam menikmati tanpa rasa bosan padahal cuma ada Erythrina Baskorowati ngomyang sendirian.

Begitu juga dengan akting bibit, soleman, dan beberapa aktor yang tidak menyatu dengan karakternya karena emosinya berlebihan. Fireflies juga mengambil bentuk realis dan diperankan oleh aktor2 baru kalo saya tak keliru; tapi ia jauh lebih memikat.

Mungkin harapan saya terlalu berlebihan.

Iya, regenerasi butuh proses. Saya tunggu pertunjukan2 Anda berikutnya. Selamat berproses.
					</description>
					<content:encoded><![CDATA[<p>Bukan soal absurdnya kok, diliat dari naskahnya memang lebih condong ke realis, teater rakyat atau mungkin sandiwara jadi saya tidak membandingkan dengan Waktu Batu atau Repertoar Hujan, tapi mungkin dengan Fireflies (nonton kan?). 

Harapan saya berlebihan saja, mbak desi. Secara sederhana: Garasi yang biasanya menurut saya itu; bisa membuat penonton tidak bosan apapun gaya teaternya.

Sekali lagi, saya penikmat, bukan ahli. Saya jadi bosan ketika mbah kawit mulai berpidato; ya olah vokalnya datar, terlalu dipaksakan. Bandingkan dengan sekitar 1 jam monolog sungai yang saya bisa duduk diam menikmati tanpa rasa bosan padahal cuma ada Erythrina Baskorowati <em>ngomyang</em> sendirian.

Begitu juga dengan akting bibit, soleman, dan beberapa aktor yang tidak menyatu dengan karakternya karena emosinya berlebihan. Fireflies juga mengambil bentuk realis dan diperankan oleh aktor2 baru kalo saya tak keliru; tapi ia jauh lebih memikat.

Mungkin harapan saya terlalu berlebihan.

Iya, regenerasi butuh proses. Saya tunggu pertunjukan2 Anda berikutnya. Selamat berproses.</p>]]></content:encoded>
					</item><item>
					<title>by: desi</title>
					<link>http://fm.kakilangit.com/2008/01/13/dari_tumbaling_gegayuhan_sampai_tuk.html#comment-639</link>
					<pubDate>Sen, 21 Jan 2008 21:29:34 +0700</pubDate>
					<guid isPermaLink="false">3:dari_tumbaling_gegayuhan_sampai_tuk.html @ http://fm.kakilangit.com/</guid>
					<description>oia, makasi ya udah liat ,)

dan sudah bertahan hingga hampir dua jam

salam dari mbah kawit cantik -)

nb: mungkin pertanyaan... terjawab dari contoh ke2 pertunjukan panji koming &amp; reh itu ,) (nambah ya, sekalian ngedit. hehe)
					</description>
					<content:encoded><![CDATA[<p>oia, makasi ya udah liat ,)

dan sudah bertahan hingga hampir dua jam

salam dari mbah kawit cantik -)

nb: mungkin pertanyaan... terjawab dari contoh ke2 pertunjukan panji koming & reh itu ,) (nambah ya, sekalian ngedit. hehe)</p>]]></content:encoded>
					</item><item>
					<title>by: desi</title>
					<link>http://fm.kakilangit.com/2008/01/13/dari_tumbaling_gegayuhan_sampai_tuk.html#comment-638</link>
					<pubDate>Sen, 21 Jan 2008 21:27:43 +0700</pubDate>
					<guid isPermaLink="false">2:dari_tumbaling_gegayuhan_sampai_tuk.html @ http://fm.kakilangit.com/</guid>
					<description>nganu mas... 
yang dimaksud pertunjukan garasi biasanya itu yang mana? repertoar hujan, waktu batu? yang absurd?
kalau yang tuk kemarin itu teater gaya realis. jadi ya tidak absurd. apakah mas pernah melihat pertunjukan panji koming, dan reh yang tidak absur. mungkin pertanyaan tentang 'saya tidak mendapati teater garasi yang biasanya'. 

yang absurd maksudnya ,)
					</description>
					<content:encoded><![CDATA[<p>nganu mas... 
yang dimaksud pertunjukan garasi biasanya itu yang mana? repertoar hujan, waktu batu? yang absurd?
kalau yang tuk kemarin itu teater gaya realis. jadi ya tidak absurd. apakah mas pernah melihat pertunjukan panji koming, dan reh yang tidak absur. mungkin pertanyaan tentang 'saya tidak mendapati teater garasi yang biasanya'. 

yang absurd maksudnya ,)</p>]]></content:encoded>
					</item><item>
					<title>by: dancrot</title>
					<link>http://fm.kakilangit.com/2008/01/13/dari_tumbaling_gegayuhan_sampai_tuk.html#comment-634</link>
					<pubDate>Jum, 18 Jan 2008 08:25:34 +0700</pubDate>
					<guid isPermaLink="false">1:dari_tumbaling_gegayuhan_sampai_tuk.html @ http://fm.kakilangit.com/</guid>
					<description>Ehmm . . paling tidak seperti itu. Kiraku.
Tapi, ada satu terlewat. STNK minggat!!
					</description>
					<content:encoded><![CDATA[<p>Ehmm . . paling tidak seperti itu. Kiraku.
Tapi, ada satu terlewat. STNK minggat!!</p>]]></content:encoded>
					</item></channel>
		</rss>