Firman Maulana Personal Journal

 

Sisipkan

Seperti semua hal yang harus dilepaskan:
tidak pernah ada kata cukup,
setelah memilikinya selama apapun.

Sisipkan airmataku diantara berjuta kesedihanmu,
semoga bisa menjadi penjaga tegarmu.

: dukacita untuk perempuan pemilik senyuman ramah

Kota yang Dicintai Gunung-gunung

Jam digital yang tak mempunyai jarum di ponsel bututku itu tampak begitu menyebalkan, seolah mengatakan padaku bahwa waktu selalu berlari tidak pernah sejenak berhenti untuk siapapun, untuk apapun, berulang kali. Malam itu, sehari sebelum tahun berganti, aku mulai mengepak pakaian dan alat mandi dan sedikit bekal pengganjal perut (uh, seandainya aku bisa mengepak masa-lalu, membungkusnya setidaknya membuatnya lebih baik atau bahkan menguburnya) dengan terburu-buru. Ya sekali lagi jam digital itu seolah berkata, bahwa waktu tidak pernah menunggu.

tulisan lengkapnya

Tahun yang Berat

Cepatlah berakhir...

Hujan Pukul Sembilan, Sabtu Malam

Jika ini adalah puncak semua perih mengiris yang sering
mampir dalam beberapa waktu belakangan;
maka semua sesak di dada, mata yang kerap terasa panas, kata-kata terbata
yang keluar dari mulut adalah hal-hal remeh
pun sepele: sisi anak-kecil dari ego yang makin hari makin mengoyak sadar.

Adalah perempuan manis itu,
mengajari tanpa harus menggurui.
Sekali lagi.

Perempuan manis itu, seolah tersenyum
padaku dalam khayalan yang menembus ruang dan waktu;
beautiful release, bisiknya padaku
tanpa air mata, dengan raut wajah yang memberi rasa aman.
Perempuan manis itu, matahari yang baru saja menawarkan kehangatan;
embun pagi yang dilindas oleh episode senja yang terlalu cepat
Perempuan manis itu, usianya terhenti.

"Aku pasti akan menemukan kedamaian disana"
Katanya padaku yang tak sempat melihat sudut bibirnya untuk
terakhir kali; mengantar menuju tidurnya yang abadi.

: untuk sahabatku; adik termuda dari perempuan manis berambut ikal

 

now you're in the arms of an angel,
may you find some comfort there...

Bukan Itu

Aku sedang menunggu
amnesia; bukan deja vu...

Mula | Sebelum | ... 10 11 12 ... 15 16 17 18 19 20 21 ... 24 25 26 ... | Berikutnya | Akhir

saya
laki-laki dua puluh enam tahun; tinggal di yogyakarta, indonesia, menikmati setiap detik hidupnya dan bla bla bla...

del.icio.us

pengumpan

Dutahost
jurnal firman maulana 2003–2008