Happy Belated Birthday
Dulu, waktu saya masih kecil peristiwa mengulang-tahun adalah hal yang paling dinanti. Kado, ucapan selamat, kartu berwarna-warni, peluk cium, senyuman, doa dan harapan. Menyenangkan sekali. Meskipun tidak pernah dirayakan secara besar-besaran dan selalu tanpa roti tart, saya menyukai saat dimana saya membuka mata dipagi hari dan melihat angka duapuluh-enam juli di kalender saya.
Sekarangpun saya masih menyukai saat-saat itu; minggu lalu, ketika menunggu jarum jam melewati angka dua-belas, dari post meridiem berganti ante meridiem, dari duapuluh-lima juli menjadi duapuluh-enam, ketika inbox menjadi penuh, ketika semua senyum, tabik dan kerling mata semua orang adalah doa yang tulus, ketika kembali disadarkan bahwa mengulang tahun tidak selalu berarti menjalani tahun yang sama, tapi tentang mengulang untuk berani bersinggungan dengan hidup, untuk membuat lebih banyak senyum, untuk mewarnai hari lebih sering, untuk menyentuh lebih banyak kehidupan, untuk kembali belajar memaknai apapun.
Cara Membuat Senyum Bulan
Cukup ketik (Ü) dan hasilnya adalah 'senyum bulan™' seperti ini (Ü)
Benar-benar tidak penting.
Perempuan Dengan Mata Sayu
: untuk dina
Hhh, akhirnya aku menulis untukmu, setelah berabad lalu kupalingkan wajahku dari segala sesuatu tentangmu. Lama? Ya, aku hampir menghabiskan selamanya untuk menambal lubang-lubang di seonggok hati itu, hampir selamanya untuk semua coba untuk bangkit ketika tersandung pada batu yang sama, hampir selamanya untuk meneguhkan diri untuk dapat kuat kepakkan sayap, untuk tidak takut untuk terbang, juga hampir selamanya untuk mengingat apa-apa yang telah aku lupa.
Aku lupa, bahwa semua sampah ketika hati terluka itu adalah kata dan rasa kita yang berbuih-buih saat kita masih ada. Entah siapa melukai siapa. Tak jarang aku bertindak kekanakan ketika aku mencoba untuk menjadi dewasa. Aku lupa ketika kamu melukaiku, kamu juga terluka.
Tadi Pagi
Aku melihat seseorang.
Aku melihat seorang laki-laki.
Aku melihat seorang laki-laki yang beruntung.
Ketika aku bercermin.
Tadi pagi.
Gelang Merah ini Eksklusif!
Gelang merah ini eksklusif karena untuk mendapatkannya saya harus berkirim surat elektronik untuk menanyakan persediaan gelang yang memang sangat terbatas, karena hanya bisa didapatkan di yayasan tunas cendekia atau mitra-mitra penjual yang ditunjuk.
Saya tahu gelang merah ini eksklusif karena terpaksa. Eksklusifitas itu sendiri sebenarnya bukan tujuan diproduksinya gelang merah ini tapi lebih karena menjaga unsur integritas misi yang diusung oleh yayasan tunas cendekia dan bukan untuk tujuan bisnis. Menjaga kualitas gelang, keterbatasan kemampuan produksi ataupun kemudahan mengendalikan perputaran uang menjadi beberapa alasan lain yang menjadikan gelang merah ini eksklusif.
Tapi ini bukan tentang eksklusifitas. Gelang merah ini untuk anak Indonesia.
Mula | Sebelum | ... 3 4 5 ... 8 9 10 11 12 13 14 ... 17 18 19 ... | Berikutnya | Akhir

