Hatimu Ditinggal Dulu
Manusia-manusia kuat, begitu aku menyebutnya, temanku. Segelintir, tampak rapuh, termarjinalkan, menyatu dengan tumpukan sampah, kardus bekas, botol-botol plastik, ranting-ranting kering, bebatuan dan aspal yang keras. Mereka yang mampu membuat kita menangis dan melihat betapa miskin, rakus, lemah dan tak bersyukurnya diri kita. Bersentuhan dengan mereka selalu menjadi pencerahan yang ironis; pahit. Proses belajar yang selalu menusuk relung hati nurani. Jangan pernah ditinggal ya, bawa terus hatimu...
;untuk menjadikanmu manusia.
untuk seorang teman wartawati yang lupa meninggalkan hatinya ketika bekerja,
ketika bertemu dengan manusia-manusia kuat
7 komentar »
Jumat, 15 Agustus 2008, 8:25:16
Jangan pernah tinggalkan hati
Jumat, 15 Agustus 2008, 9:02:30
jagalah hati, jangan kau tinggalkan !!
Jumat, 15 Agustus 2008, 11:43:56
Seorang teman baik, me-link blog ini dan menyebutnya "sebuah blog yang indah.." memang benar adanya walaupun di-update sama jarangnya dengan blog-ku sendiri.. hehe.. :D
Sabtu, 6 September 2008, 5:32:01
kalau pakai hati, oplah gak bakalan naik - naik :) , pa kabar kang ?
Sabtu, 6 September 2008, 8:14:02
#3 hehehe, memulai dan mengakhiri adalah hal-hal tersulit dalam hidup :p
#4 le petit prince ne parle pas de nombre :)
Jumat, 10 Oktober 2008, 4:24:11
seringkali aku lupa kalo punya hati. ah baiklah, aku akan menyimpannya dalam saku :)
Selasa, 21 Oktober 2008, 1:44:54
aku punya hati tapi kdang beku kalo musim ujan :P
pengumpan