Firman Maulana Personal Journal

 

Canon atau Nikon

Ya, saya sedang berbicara tentang memilih kamera. Kamera apapun jenisnya; dari point and shoot sampai digital single lens reflex selalu ada persaingan abadi di antara produsen-produsen kamera dan selalu menyisakan dua nama besar ini di deretan atas; Canon dan Nikon. Ini memudahkan saya dalam memilih kamera, karena otomatis pilihan menjadi lebih fokus dan saya lebih tahu apa yang saya butuhkan.

Canon dan Nikon sudah menjadi agama bagi sebagian orang yang fanatik. Ini membuat referensi yang saya temukan di beberapa forum cenderung subyektif. Untung saja memilih kamera tidak seperti memilih agama betulan. Saya bisa memilih yang menurut saya lebih nyaman untuk saya.

Dalam lingkup DSLR entry level pilihan saya menjadi lebih sedikit. Itu bagus. Canon EOS 400D atau Nikon D40X. Saya berselancar untuk menemukan perbandingan. Pilihan yang sulit. Dua-duanya bagus menurut reviews yang bagi saya obyektif. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan.

Lalu saya masuk ke sebuah situs seorang Nikonian yang mengulas Canon dengan cukup adil. Dari sana saya tahu bahwa lensa Nikkor bisa dipakai oleh kamera Canon tapi tidak sebaliknya. Jika investasi lensa lebih berharga daripada investasi pada kamera, berarti poin tambahan bagi Canon.

Beruntung saya mendapat kesempatan mencoba beberapa model kamera sebelum membelinya. Begitu memegang Nikon D40x milik seorang teman dengan lensa standar 18-55mm f/3.5-5.6, saya merasa kameranya solid. Mencoba mengambil beberapa gambar. Baru di percobaan kesekian bidikan saya tajam. Saya yang payah mugkin. Mata saya silinder dan tak memakai kacamata, sementara Nikon D40X membutuhkan lensa AF-S/AF-I untuk mode fokus auto karena motor pada kamera Nikon baru bisa ditemukan di Nikon D80. Gambarnya benar-benar tajam pada ISO rendah. Kontrasnya kuat. Tapi noise mulai muncul pada ISO tinggi. Dan ada satu yang mengganjal saya ketika menekan shutter Nikon D40X; ada yang kurang, kurang berasa kamera DSLR, bunyi shutternya janggal, kurang mantap mungkin. Baru berumur sebulan jadi tidak bisa dikatakan sudah rusak.

Pertama mencoba EOS 400D adalah milik teman sekantor waktu makan siang, kameranya tak sesolid Nikon D40X. Dengan lensa Canon termurah EF 50mm f/1.8, bidikan saya tidak mengecewakan. Warnanya tajam meski cenderung lembut. Tak perlu memakai lensa USM untuk mode fokus auto pada Canon EOS 400D karena memang telah dilengkapi motor dalam kameranya. Saya bisa membidik pada ISO 800 atau 1600 tanpa noise yang berarti. Tak ada lampu AF yang merah-merah seperti pada Nikon D40X karena Canon EOS 400D menggunakan cahaya dari flash internal. Minus spot metering. Dan saya lebih menyukai respon Canon EOS 400D dibanding Nikon D40X. Ia lebih cepat menurut saya.

Tak perlu seorang jenius untuk menebak apa yang saya beli setelah mengalami pengalaman itu. Memilih kamera untung saja tidak serumit dan sesulit memilih agama. Pilih yang nyaman dan sesuai kebutuhan. Tak perlu menyesal ketika sudah menetapkan pilihan. Bukan kamera yang menjadikan gambar itu bagus, tapi ketika juru foto mengambilnya dengan segenap hati.

7 komentar »

  1. gravatarvir
    Selasa, 29 April 2008, 9:32:27

    o udah update tohh! :p
    selalu senang membaca tulisanmu;
    rajin-rajinlah menulis, dichter.. :)

  2. gravataran
    Rabu, 30 April 2008, 8:53:17

    olympus saja :D

  3. gravatarfirman
    Rabu, 30 April 2008, 21:17:25

    #1 :)
    #2 experiencing is believing, belum pernah megang, ada satu untuk saya coba? :D

  4. gravataradvend
    Jumat, 2 Mei 2008, 1:38:57

    wuiss langsung dipasang fotone

  5. gravatarkiki
    Sabtu, 3 Mei 2008, 4:12:48

    hahaha....jadi..agama apa yang sudah kau pilih?

  6. gravatarIvan
    Rabu, 2 Juli 2008, 23:19:49

    Mas, ada yg bilang lens kit nya canon 400d (EF 18-55mm) kurang bagus, bener ga sih? kalo emang bener, lensa apa yg direkomendasikan buat newbie 400d ?
    thanks

  7. gravatarfirman
    Kamis, 3 Juli 2008, 7:36:17

    #6 kalo ga butuh zoom di rentang fokal segitu dengan budget yang sama; body only + ef 50mm f1.8 bisa jadi pilihan, kombinasi tak terkalahkan dari segi harga dan ketajaman :)

    tapi banyak juga yang bisa bikin gambar bagus dari ef-s 18-55 f3.5-5.6, be creative with everything you have, kreatifitaslah yang membedakan antara tukang pencet shutter sama fotografer.

    saya masih golongan yang pertama :D

pengumpan

nama *

email *

URI (opsional)

URI adalah hal yang bersifat opsional, anda berhak merahasiakannya. Tag yang diijinkan adalah <a><strong><em>.

Untuk menampilkan gravatar icon anda harus menjadi anggota layanan gratis gravatar.com dan memasukkan alamat email. Email Anda tidak akan ditampilkan. Sungguh.

Komentar:



Diletakkan di Opini pada Sabtu, 26 April 2008, 0:39, sementara ada 7 komentar.

jurnal firman maulana 2003–2008