Firman Maulana Personal Journal

 

GMT+8

Sudah malam, sahabatku. Aku masih memeluk sebongkah cinta ditemani debur ombak, pasir putih dan angin laut; sebongkah cinta yang kamu kirimkan padaku pagi tadi; yang tak habis hingga aku memejamkan mata. Bongkahan cinta yang tak bisa berkurang; katamu.

Bongkahan cinta yang tak juga kurangi rinduku padamu...

Kuta, 8 Oktober 2007

9 komentar »

  1. gravatarsaylow
    Selasa, 9 Oktober 2007, 8:00:34

    sahabatnya pasti cowo! hihihihi ***kabur ke sendok

  2. gravatarEllya
    Rabu, 10 Oktober 2007, 6:00:49

    ...lagi di mana ini? :D

  3. gravatarfirman
    Sabtu, 13 Oktober 2007, 12:33:15

    #1 halah, kita kan ga pernah mempermasalahkan jenis kelamin low. melali ke sendokkk...
    #2 in the most exotic spot on earth :p

  4. gravatarEllya
    Selasa, 16 Oktober 2007, 13:27:12

    mohon maaf lahir batin (lagi) he3.

    ...memaafkan bisa jadi sesuatu yang mudah sekaligus hal yang paling sulit. apalagi memaafkan dan melupakan :)

  5. gravatarsaylow
    Rabu, 17 Oktober 2007, 8:21:08

    Salah bukan kita! tapi kamu! huahuahauhua

  6. gravatarfirman
    Rabu, 17 Oktober 2007, 8:50:17

    lah foto kangen band di dompetmu ga berarti apa-apa low? :))

  7. gravatarRiri
    Kamis, 18 Oktober 2007, 11:03:11

    dah lama ga mampir ke sini...ternyata seleksi kata2 untuk menceritakan segala sesuatunya ga berubah :)
    masih seindah sebelumnya.....

  8. gravatarjoker124
    Minggu, 21 Oktober 2007, 8:20:37

    manisss :)

  9. gravataradvent
    Rabu, 24 Oktober 2007, 7:53:16

    Bongkahan cinta .+""+. .+""+. yg semakin bertambah
    " + "
    + +
    " "
    ". ."
    "+"

pengumpan

nama *

email *

URI (opsional)

URI adalah hal yang bersifat opsional, anda berhak merahasiakannya. Tag yang diijinkan adalah <a><strong><em>.

Untuk menampilkan gravatar icon anda harus menjadi anggota layanan gratis gravatar.com dan memasukkan alamat email. Email Anda tidak akan ditampilkan. Sungguh.

Komentar:



Diletakkan di Solilokui pada Senin, 8 Oktober 2007, 15:36, sementara ada 9 komentar.

jurnal firman maulana 2003–2008