Firman Maulana Personal Journal

 

Sudah Selesai Cak!

Tugas Anda sudah rampung. Tugas yang Anda tutup dengan senyuman. Sungguh. Biarlah tongkat estafet itu diteruskan oleh tenaga-tenaga muda yang masih kuat, penuh toleransi, moderat, berjalan diatas pluralisme, dan keterbukaan.

Dan terimakasih untuk meluaskan sempitnya Islam dalam pikiran kami, baik umat Islam maupun bukan. Pun mungkin saja gagasan-gagasan Anda sering dianggap kontroversial. Tapi percayalah; kami sependapat jika pluralisme adalah bagian dari ketentuan Tuhan yang tak terelakkan. Kami sadar jika perbedaan adalah suatu anugrah, bukan suatu ancaman. Semoga saja kami tidak lupa.

Selamat jalan Cak.

Nurcholis Madjid, 1939-2005

3 komentar »

  1. gravatarkusaeni
    Rabu, 31 Agustus 2005, 10:26:26

    bagi saya pribadi , pluralisme adalah hal yg salah , tidak di benarkan mencapur adukkan ajaran agama , !!!

    BTW innalillahi wa inna ilaihi roji'un semoga ALlah SWT menerima semua amal baiknya dan melupakan segala khilafnya, amien

  2. gravatarOkol
    Kamis, 1 September 2005, 14:17:42

    buat Kusaeni : pluralisme artinya bukan mencampuradukkan ajaran agama, tapi saling menghargai perbedaan. Perbedaan yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, bagian dari ketentuan Tuhan yang tak terelakkan seperti kata Firman...coba baca lagi soal pluralisme, dek Kus..

  3. gravatarKusen
    Sabtu, 15 Oktober 2005, 16:05:55

    pluralisme bukannya seperti nyampur es dawet + soto ayam + rawom jadi satu trus tinggal lep!!! seperti kata iklan, gimana yah rasanya... yang pasti-pasti wae lah cak!! penghormatan terhadap perbedaan tidak harus melalui hal itu kan...

pengumpan

nama *

email *

URI (opsional)

URI adalah hal yang bersifat opsional, anda berhak merahasiakannya. Tag yang diijinkan adalah <a><strong><em>.

Untuk menampilkan gravatar icon anda harus menjadi anggota layanan gratis gravatar.com dan memasukkan alamat email. Email Anda tidak akan ditampilkan. Sungguh.

Komentar:



Diletakkan di Info pada Selasa, 30 Agustus 2005, 11:24, sementara ada 3 komentar.

jurnal firman maulana 2003–2008